Thursday, October 15, 2015

[Review] The Murder of Roger Ackroyd by Agatha Christie

Title: The Murder of Roger Ackroyd
Author: Agatha Christie
Publisher: HarperCollins
Published: April 2nd 2002
Page: 368p
ISBN: 9780007141340

Cerita dengan tema pembunuhan acap kali saya hindari, sampai saya hampir tidak punya buku dengan tema pembunuhan di rak buku rumah. Tetapi ketika saya menemukan sebuah rak yang berisi buku-buku Agatha Christie dengan cover baru terbitan Harper di Kinokuniya Bangkok, sulit untuk menghindar dari rak cantik itu, kelihatannya akan sangat bagus kalau buku-buku ini pindah ke rak buku sendiri. Saya belum pernah membaca buku Agatha Christie, kalau pun pernah mungkin sudah sangat lama sampai saya tidak ingat lagi judulnya, tetapi dengan bantuan rekomendasi dari seorang teman, saya pun membawa The Murder of Roger Ackroyd dan And There Were None pulang ke Indonesia menjadi koleksi Agatha Christie yang pertama. Baru belakangan pun saya tahu kalau dua buku ini juga masuk dalam Top 10 Agatha Christie Novel versi The Guardian, what a great start I thought to start collecting them, thanks to kak Astrid for recommending it.


Rak Agatha Christie yang hanya bisa ter-capture sebagian 

The Murder of Roger Ackroyd mengambil latar sebuah desa kecil bernama King’s Abbot dan dinarasikan oleh Dr. Sheppard yang bisa dibilang hampir sepanjang waktu menemani Hercule Poirot menelusuri setiap jejak yang mereka temukan dalam mengungkap misteri kematian Roger Ackroyd dimalam ketika ia menerima surat misterius dari seorang perempuan yang juga belum lama meninggal. Dr. Sheppard adalah orang pertama yang mendengar kabar mengenai kematian Roger Ackroyd melalui telepon misterius yang diduga ada hubungannya dengan si pembunuh. Atas permintaan keponakan korban, Flora Ackroyd, Hercule Poirot pun memulai penelusurannya hingga membuka rahasia setiap penghuni Ferrar Park, rumah kediaman Roger Ackroyd. Dr. Sheppard yang masih sempat bertemu dengan Roger Ackroyd dimalam ia dibunuh menceritakan detail tentang surat yang diterima oleh korban yang mengindikasikan adanya pemerasaan terhadap Mrs. Ferrars yang meninggal beberapa waktu sebelumnya. Sepeninggal Dr. Sheppard, Roger Ackroyd masih duduk di ruang belajarnya bersama surat itu, namun tampaknya si pemeras yang tidak ingin diketahui identitasnya pun beraksi sekali lagi dan membunuh Roger Ackroyd sebelum ia sempat menyelesaikan suratnya. Mayatnya ditemukan dua jam kemudian oleh Dr. Sheppard dan Parker, pelayan rumahnya, setelah Dr. Sheppard mendapatkan telepon misterius itu. Adapun semua penghuni Ferrar Park malam itu, Mrs. Ackroyd, Flora Ackroyd, Major Blunt, Geoffrey Raymond, Miss Russel, Parker, Ursula Bourne menjadi tersangka yang kehidupan pribadinya pun akhirnya ikut terbongkar bersamaan dengan terungkapnya kasus ini.

Kali pertama menyaksikan Hercule Poirot beraksi, dia langsung membuat ending yang mengejutkan, saya jadi paham kenapa buku ini banyak dipuji orang. Saya belum mengenal Hercule Poirot dengan semua karakteristiknya, tetapi rasanya saya memulai dengan buku yang tepat. Berbeda dengan Sherlock Holmes, di buku ini saya masih bisa memahami cara Papa Poirot bekerja, dia tampak lebih human dari Sherlock yang meskipun semua deduksinya dijelaskan dengan detail tetap saja membuat pembacanya (read : saya) kebingungan. Belum bisa berkomentar banyak karena ini buku pertama saya, tapi sejak awal saya tahu Hercule Poirot is cool...I'd love to read more of his case :)

PS : Btw harga Kinokuniya Bangkok itu murah banget, perbandingannya untuk buku yang sama beda harga sekitar 40rb lebih murah dibanding Kinokuniya Jakarta. 

Submitted for:

2 comments:

  1. Akhirnya kena virus AC juga Essy :)
    wah Lebih murah 40 rb, asik bngt ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya euy bunda...tergoda oleh cover dan terhipnotis oleh hercule poirot hihihihi
      Iyaa murah bgt buku2 di bangkok bunda...contoh tuh si go set a watchmen itu di kino indo 488rb, di kino bangkok cuma 240rb

      Delete