Wednesday, December 2, 2015

[Review] The Life and Adventures of Santa Claus by L. Frank Baum

Title: The Life and Adventure of Santa Claus
Author: L. Frank Baum
Publisher: Gramedia Pustaka Utama (Indonesian translation)
Published: December 2014
Pages: 152p
ISBN: 9786020311289

“Masa kanak-kanak memang masa yang paling menyenangkan. Selama tahun-tahun menyenangkan yang penuh keluguan inilah, anak-anak benar-benar bebas dari beban [....] Mereka menikmati hidup dan tidak berpikir macam-macam. Tetapi setelah mereka dewasa, nasib manusia menyusul mereka, dan mereka mendapati bahwa mereka harus bekerja dan merasa cemas, membanting tulang dan bersusah payah untuk mengumpulkan kekayaan yang begitu didambakan manusia”

Pernakah kalian mendengar tentang Hutan Burzee dan para penghuninya yaitu Fairie, Knook, Ryl dan Nymph? Ahhhh Mr. Baum membuka buku ini dengan menuturkan tentang magical creature dan gambaran tentang betapa nyamannya hutan tempat mereka hidup. Suatu cara penggambaran yang indah untuk membuka cerita tentang seorang pria yang nantinya akan hidup di hutan itu dan bertahun-tahun kemudian namanya dikenal di seluruh penjuru dunia. Magical creature yang aku sebutkan diatas, oleh Mr. Baum digolongkan sebagai mahluk abadi yang tidak hanya tinggal di hutan burzee tetapi juga tersebar di seluruh penjuru dunia. Ada Ak, si Tukang Kayu yang bijak, penguasa seluruh hutan serta kebun-kebun bunga dan buah, Kern penguasa pertanian dunia yang berkuasa atas ladang-ladang, padang-padang rumput, taman-taman, dan Bo penguasa perairan dunia yang menguasai seluruh lautan serta berbagai kendaraan yang mengapung diatasnya, serta banyak mahluk lainnya yang terlalu banyak untuk disebutkan satu demi satu. Singkat cerita, suatu hari Ak bercerita kepada penghuni hutan burzee tentang bayi yang ditinggalkan di tepi hutan dan sedang dijaga oleh Shiegra, singa betina yang diperintahkan Ak untuk menjaga bayi itu. Sambil Ak bercerita, salah satu peri bernama Necile pergi dan mengambil bayi itu, mengendongnya dan membawanya kembali ke tengah hutan tempat mereka sedang berkumpul. Necile memohon kepada Ak dan sang Ratu Peri untuk menginjinkannya merawat bayi itu. Adapun aturan mahluk abadi adalah tidak mencampuri urusan mahluk fana, apalagi hidup berdampingan seperti ibu dan anak, tetapi kebaikan hati Necile menggugah hati setiap mereka yang hadir termasuk Ratu dan Ak, sehingga mereka pun mengabulkan permintaannya untuk menjadi ibu angkat si bayi kecil. Ak pun memerintahkan seluruh penghuni hutan burzee, baik itu mahluk abadi maupun hewan manapun untuk bersahabat dengan si bayi kecil. Necile menamai dia Neclaus yang berarti putra kecil Necile, tetapi sehari-harinya dia disapa dengan sebutan Claus. Demikianlah Claus memulai persahabatannya dengan para mahluk Abadi.

Ketika Claus tumbuh dewasa, Ak mengajaknya melihat dunia luar, membuat Claus mengenal bangsanya sendiri dan membuat dia untuk pertama kalinya tertarik pada anak-anak kecil. Claus mengamati anak-anak kecil dalam perjalanan bersama Ak, ada yang tinggal di rumah mewah, ada yang sangat miskin bahkan kelaparan, ada yang sangat nakal, tetapi juga ada yang manis dan baik sikapnya. Sejak saat itu, niat untuk membahagiakan semua anak muncul di dalam hati Claus yang menjadi awal dari dirinya yang kini kita kenal sebagai pria berbaju merah dan mengendarai rusa sambil membagi-bagikan kado kepada seluruh anak di malam natal.

Waaaahh aku pun baru tahu kalau Mr. Baum menulis kisah tentang Santa yang ternyata punya keunikan seperti yang digambarkannya pada buku yang cukup singkat ini. Pembaca akan mengenal Claus sebagai manusia biasa yang berpikir dan memulai misinya dengan cara-cara sederhana, dengan keterbatasannya, dengan halangan yang muncul dari pihak-pihak yang tidak menyukainya, bahkan tantangan yang digariskan usia untuknya. Namun sebagai manusia biasa pun kita akan melihat Claus berusaha dan betapa senyuman anak-anak menjadi kebahagiaan sederhana untuknya. Mr. Baum juga memberi tahu kalau anak-anak pada masa Claus muda tidak pernah mengenal adanya mainan, mereka konon tidak diperhatikan oleh orang tuanya, orang dewasa mengacuhkan mereka, sehingga mereka sangat senang ketika Claus datang dan mau bermain dengan mereka apalagi memberi mereka mainan-mainan pertama mereka. Sehingga anak-anak yang bahagia pada masa itu dikorelasikan dengan keberadaan mainan dalam hidup mereka.

Aku mulai membaca buku ini sekaligus menyelesaikannya di tanggal 1 desember, pembuka yang sangat hangat untuk memasuki bulan penuh kebahagiaan dan keceriaan ini. Empat bintang untuk karya klasik Mr. Frank Baum. Dan oh...aku pun harus memberikan credit untuk Tanti Lesmana yang menerjemahkan novel klasik ini dengan kata-kata yang sama indahnya serta aliran kalimat yang menyenangkan untuk dibaca.

Happy holiday kawan, semoga kebahagiaan mengikutimu kemana pun engkau melangkah. 

1 comment: